Live Your Life Happily :D

Nama   : Lupita Maulida Munawar

NRP    : F34100035

Laskar : 16

Beberapa tahun yang lalu, aku menyaksikan keberanian yang membuat bulu kudukku berdiri.

Pada suatu acara pertemuan sekolah, aku berbicara tentang mengejek orang, dan bahwa setiap orang memiliki kemampuan untuk membela orang, bukan merendahkannya. Setelah itu, masih ada cukup waktu bagi setiap siswa untuk berdiri dan berbicara di depan mikrofon. Para siswa dapat berterima kasih kepada seseorang yang telah menolong mereka, dan sebagian bersedia maju dan melakukannya. Seorang siswa perempuan berterima kasih pada beberapa temannya yang membantunya mengatasi masalah keluarga. Seorang siswa lelaki berbicara tentang beberapa orang yang mendukungnya pada saat-saat sulit.

Lalu, seorang siswa perempuan kelas 3 SMU berdiri. Ia maju ke depan mikrofon dan menunjuk ke daerah anak kelas satu yang menantang seluruh sekolahnya. “Mari kita berhenti menggoda anak itu. Memang, ia berbeda dari kita, tapi kita di sini bersama-sama. Di dalam, ia tidak berbeda dari kita dan membutuhkan kita untuk mau menerimanya, mencintainya berbaik hati padanya, dan menyetujui pendapatnya. Ia memerlukan teman. Mengapa kita terus mempermainkannya? Saya menantang seluruh sekolah ini untuk berhenti berbuat begitu dan memberinya kesempatan.

Pada saat ia berbicara, aku sedang berdiri membelakangi tempat bagian anak lelaki itu duduk, dan aku tak tahu siapa orangnya. Tapi, rupanya anak-anak lain tahu. Aku nyaris tak berani menengok ke bagian itu, memikirkan bahwa anak itu pastimerah mukanya, ingin merangkak ke bawah kursinya dan menyembunyikan diri dari dunia. Tapi, saat aku menoleh ke belakang, aku melihat seorang anak laki-laki tersenyum lebar. Ia mengacungkan tinjunya ke atas. Bahasa tubuhnya mengatakan, “Terima kasih, terima kasih. Beri tahu mereka. Kamu menyelamatkan hidupku hari ini!”

September 15th, 2010 at 5:53 am | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

Nama   : Lupita Maulida Munawar

NRP    : F34100035

Laskar : 16

Banyak cerita terjadi semasa SMA. Sedih, senang, jatuh, bangun, tawa dan  canda, semua terjadi begitu saja baik disadari maupun tidak. Banyak inspirasi yang dapat saya ambil dari tiga tahun terakhir di SMA. Salah satunya terjadi ketika saya hendak menghadapi Ujian Nasional.

Rasa bingung dan takut mengikutiku hingga 6 bulan sebelum ujian dimulai.  Materi ujian yang sangat sulit, mungkin tepatnya, saya anggap sulit adalah penyebabnya. Fisika oh fisika. Saya belum menyentuhnya sama sekali. Padahal ujian kelulusan tinggal 6 bulan lagi. Bahkan kurang  dari 6 bulan. Saya merasa sangat menyesal, mengapa saya tidak menyukai Fisika sejak awal. Setidaknya dengan menyukainya, akan lebih mudah bagi saya untuk mempelajarinya.

Memang lebih mudah melakukan sesuatu jika kita menyukainya. Hal itulah yang selalu menuntunku hingga saat itu.

“Namun, bagaimana jika kita harus melakukan sesuatu yang kita tidak disukai? Berusahakah?”

“Ya”

“Tapi tak ada semangat untuk itu”

“Teruslah berusaha”

Hingga akhirnya seseorang menyadarkanku. Seseorang yang sangat dekat. Ayah. Bisa dikatakan, ayah saat itu sudah tidak muda lagi. Umur ayah sudah mencapai kepala 4. Tetapi ada sesuatu yang lain dari beliau. Ada semangat yang terpancar dari wajahnya.

Baru kusadari bahwa ayah terus belajar hingga saat ini, padahal beliau bukan anak sekolah lagi. Ayah mengambil kuliah lagi. Ayah melakukannya untuk meningkatkan kerjanya di kantor. Dan, ada yang istimewa. Ayah mempelajari hal yang berbeda dari orang lain. Ayah fokus sekali terhadap materi yang jarang disukai orang lain. Materi kuliah yang sulit untuk dipelajari bagi sebagian orang. Tetapi, mengapa ayah bersungguh-sungguh menggelutinya? Apakah ayah tidak lelah mempelajarinya?

Kemudian di salah satu percakapanku dengan ayah, ayah berkata, “Jangan terus mempelajari hal yang sudah biasa, tetapi pelajarilah hal yang sulit hingga kita bisa. Sehingga kita menjadi andalan di bidang yang sulit itu”

Memang begitulah yang terjadi pada ayah. Ayah bukan karyawan biasa di kantornya. Ayah selalu bisa diandalkan oleh bos dan teman-temannya, meski untuk keadaan sulit sekalipun. Sikap beliau yang ingin terus belajar telah membangunkanku. Membangunkanku dari keegoisan hatiku semata.

Aku pun mulai belajar. Bertanya, berlatih, dan memahaminya dalam waktu yang tidak banyak. Rasanya sulit. Tetapi, aku pasti bisa menghadapinya. Fisika tidak akan menahanku untuk mencapai kesuksesan di masa depanku.

Aku sadar, ada sedikit kesalahan pada penuntunku. Bukan “Lebih mudah melakukan sesuatu jika kita menyukainya”. Melainkan “Jangan hanya melakukan sesuatu yang kita sukai, sesekali tekunilah sesuatu yang sulit. Karena kesulitan itu mungkin saja bisa membawa kebaikan untukmu”

Hal itu bukan berarti bahwa saya selalu melakukan hal yang sulit. Saya masih suka bermain game PC, menghabiskan waktu menonton TV atau mendengarkan lagu. Tapi di saat saya benar-benar harus menghadapi hal sulit. Setidaknya ada semangat untuk menghadapinya. Walaupun saya masih tidak menyukainya. (^^ peace)

September 15th, 2010 at 5:49 am | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

Formasi Alam yang Terlihat Seperti Buatan Manusia

Gambar-gambar di bawah ini merupakan hasil karya seni yang diciptakan oleh alam. Mulai dari ukiran berbentuk wajah hingga raksasa yang sedang terbaring di laut.

» Continue Reading

July 28th, 2010 at 1:55 am | Comments & Trackbacks (0) | Permalink